← HoraYaba
Gaji 60 Juta/Bulan? Kisah Karyawan Kantoran Pindah Jadi Sopir Taksi
entertainment·14d

Gaji 60 Juta/Bulan? Kisah Karyawan Kantoran Pindah Jadi Sopir Taksi

Di Jepang, cewek 27 tahun resign dari kantor malah dapat gaji 60 juta/bulan jadi sopir taksi. 🤯

Zaman sekarang katanya AI makin canggih, sampai-sampai kerjaan kantoran kayak admin atau sales bisa digantiin mesin. Tapi di sisi lain, pekerjaan lapangan atau "kerah biru" (blue collar) malah lagi naik daun banget di Jepang.

Katanya sih, sekarang ini zamannya mereka yang "berotot".

Gajinya bisa dua kali lipat?

Ada cerita dari mbak Reiko Aoyama, umurnya 27 tahun. Tahun lalu dia nekat resign dari kerjaan sales di sebuah perusahaan dagang, terus banting setir jadi sopir taksi.

Alasan utamanya? Duit, dong. "Aku pengin dibayar sesuai hasil kerjaku," katanya. Dulu di kantor lama, walaupun penjualannya lebih tinggi dari seniornya, gajinya tetap lebih rendah gara-gara sistem senioritas (年功序列, nenkou joretsu) yang kental banget. Pasti banyak yang relate, kan?

Setelah jadi sopir taksi, gajinya naik lebih dari dua kali lipat. Katanya, di bulan-bulan yang bagus, pendapatan kotornya bisa sampai 600.000 yen (sekitar 60 juta rupiah). Gila, ya. Apalagi sekarang turis makin banyak dan ada aplikasi pesan taksi, orderan jadi makin lancar.

Bukan cuma soal uang

Tapi ternyata, bukan cuma soal gaji gede. Ada juga pak Hironori Kinoshita, 38 tahun, yang pindah jadi sopir taksi setelah 15 tahun kerja di perusahaan jasa pemakaman.

Bagi dia, masalahnya ada di mental. "Secara fisik sih nggak capek, tapi batin yang kena," ceritanya. Dia capek sama politik kantor, di mana kadang dia harus menjelek-jelekkan bawahan demi menyelamatkan diri sendiri, atau harus bilang sesuatu itu "hitam" padahal dia tahu itu "putih".

Puncaknya waktu ayahnya yang berumur 70 tahun jatuh sakit. Dia mikir, "Nanti kalau butuh izin buat ngurusin orang tua, gampang nggak ya? Kenapa juga harus milih antara keluarga dan pekerjaan? Keluarga nomor satu, lah!"

Sekarang, dengan jadi sopir taksi, jadwal kerjanya sebulan cuma 12 kali masuk, tapi penghasilannya hampir sama dengan pekerjaan lamanya. Sisa waktunya? Bebas. "Waktu liburnya充実 (juujitsu - memuaskan) banget. Terbaik!" katanya sambil ketawa.

Jadi 'master' di bidang sendiri

Ada lagi level dewa-nya. Pak Takuto Sakane, 39 tahun, seorang teknisi pemasangan AC. Penghasilan setahunnya? Sekitar 15 juta yen (sekitar 1,5 miliar rupiah).

Rahasia penghasilannya yang fantastis itu karena dia mengerjakan semuanya sendirian dan super cepat. Dia bisa pasang 3 AC dalam 3 jam, yang artinya langsung dapat sekitar 100.000 yen. Kalau lagi musim panas, dia kerja tanpa istirahat.

Kerja kerasnya memang sebanding. Rencananya, dia mau pensiun di umur 50 tahun dan hidup santai.

Jadi lain kali kalau kamu lihat abang-abang sopir taksi atau tukang servis AC di jalan, jangan-jangan dompetnya lebih tebal dari kita yang duduk di kantor.

LINEFacebook
Komentar

Katakan sesuatu — anonim, tanpa daftar 👇

Masuk untuk menyimpan nama & data