Masih Ada yang Main Facebook di Jepang?
Kayaknya timeline Facebook di Jepang sekarang isinya cuma iklan aneh sama postingan om-om doang ya.
Jujur deh, kapan terakhir kali kamu buka Facebook beneran buat lihat kabar teman? Bukan karena nggak sengaja kepencet aplikasi lho ya. Soalnya aku perhatiin, kok makin sepi aja platform ini, terutama di Jepang.
Jadi Isinya Apa Dong?
Dulu kan isinya postingan teman-teman, eh sekarang malah lebih sering lihat video nggak jelas, link berita clickbait, sama iklan-iklan yang kelihatannya mencurigakan. Sampai-sampai ada yang bilang Facebook di sini udah jadi "kota hantu" (過疎化 - kasoka).
Fenomena ini bukan cuma buat anak muda. Kabarnya, para pengguna utama yaitu om dan tante (generasi paruh baya) juga udah mulai jarang posting. Mereka mungkin capek juga kali ya lihat timeline yang isinya makin nggak relevan.
Emang Datanya Bilang Gitu?
Ternyata ini bukan perasaan kita aja lho. Menurut data dari DataReportal, jumlah pengguna di Jepang yang bisa dijangkau iklan Facebook itu "cuma" sekitar 16,5 juta.
Bandingkan sama X (dulu Twitter) yang mencapai 71,2 juta, Instagram 63,2 juta, bahkan TikTok yang penggunanya 39,2 juta. Jauh banget kan? Malah hampir kesusul sama Threads yang baru muncul.
Kenapa Bisa Jadi Gini?
Anak-anak muda Jepang dari dulu emang nggak terlalu main di sini, mereka lebih nyaman di Instagram atau TikTok. Nah, generasi yang dulu aktif banget di Facebook pas awal-awal kemunculannya, sekarang umurnya udah 40-50an dan banyak yang udah pindah haluan.
Buat update kehidupan sehari-hari, ada Instagram yang lebih visual. Buat urusan kerjaan dan networking profesional, orang-orang di sini mulai lari ke LinkedIn. Jadinya Facebook kehilangan fungsi utamanya.
Di luar Jepang, Facebook masih jadi raksasa. Tapi kalau di Jepang, rasanya kayak lagi di acara reuni angkatan yang datang cuma segelintir orang. Masih ada sih, tapi udah nggak seramai dulu. 씁쓸하네요...
