← HoraYaba
Pakar Jepang: Yang Paling Terancam AI Justru Pekerjaan Kantoran
entertainment·14d

Pakar Jepang: Yang Paling Terancam AI Justru Pekerjaan Kantoran

Kata pakar, yang perlu khawatir sama AI justru bukan kita, tapi para 'sarariman' yang gajinya gede di kantor.

Kirain kita yang kena...

Belakangan ini ramai banget kan soal AI, apalagi sejak ada ChatGPT yang sampai punya nama panggilan sayang "Chappy" di Jepang. Banyak yang takut kerjaannya bakal digantiin sama robot. Wajar sih.

Tapi, menurut seorang pakar di Jepang, Nakamura Hitoshi, situasinya mungkin nggak seperti yang kita bayangkan. Dalam sebuah wawancara, dia bilang kalau AI ini justru mengincar pekerjaan-pekerjaan yang gajinya tinggi, alias kerjaan orang kantor.

Kenapa malah kerjaan kantor?

Pak Nakamura membandingkannya dengan mobil yang bisa nyetir sendiri. Dulu sekitar 10 tahun lalu, heboh banget kan katanya bakal ada mobil tanpa sopir. Tapi sampai sekarang, ya gitu-gitu aja. Kenapa? Soalnya, mobil otomatis itu pada dasarnya cuma menggantikan nilai dari gaji seorang sopir. Pasarnya nggak sebesar itu, katanya.

Nah, AI ini beda cerita. AI menyasar pekerjaan yang dilakukan di kantor-kantor, di mana banyak orang digaji mahal untuk melakukan analisis, membuat laporan, dan menyusun strategi. Nilai yang bisa "digantikan" oleh AI di sini jauh lebih besar karena menyangkut biaya sumber daya manusia yang sangat tinggi.

Dengan kata lain, AI lebih tertarik untuk menggantikan pekerjaan para manajer di gedung-gedung pencakar langit di Shinjuku daripada pekerjaan kita. 🤣

Jadi, kita bisa santai?

Ya nggak juga, tapi katanya sih penyebarannya nggak akan secepat kilat. Ada dua hal yang bisa memperlambatnya. Pertama, kendala fisik. Pusat data untuk AI butuh listrik, air, dan semikonduktor dalam jumlah super besar, dan itu nggak gampang disiapkan.

Kedua, aturan dari pemerintah. Banyak negara mulai waspada dan menyiapkan regulasi. Kalau aturannya super ketat, perkembangan AI bisa jadi lebih lambat dari yang diperkirakan.

Jadi, sementara para petinggi di kantor pusing mikirin nasib mereka digeser AI, kita mungkin masih harus pusing mikirin jadwal buang sampah dan ngejar kereta terakhir.

LINEFacebook
Komentar

Katakan sesuatu — anonim, tanpa daftar 👇

Masuk untuk menyimpan nama & data