80% Orang Jepang Ingin Nikah, tapi Kenapa yang Nikah Makin Sedikit?
Katanya 80% orang lajang di Jepang masih pengen nikah, tapi kok yang nikah makin dikit ya? ๐ค
Jadi ini ceritanya
Di Jepang, jumlah orang yang menikah itu turun drastis. Kalau kita balik ke tahun 1970-an, waktu generasi baby boomer lagi di usia nikah, ada sekitar satu juta pernikahan setiap tahun. Bandingin sama sekarang, angkanya nggak sampai 500 ribu. Udah berkurang separuh dalam 50 tahun!
Nah, kita kan sering dengar kalau Jepang lagi pusing karena angka kelahiran rendah (ๅฐๅญๅ - shoushika). Ternyata, penyebab utamanya bukan karena pasangan suami istri nggak mau punya anak. Data menunjukkan pasangan yang sudah menikah rata-rata masih punya sekitar dua anak, kok. Masalahnya adalah... ya itu, jumlah pasangan yang menikahnya itu sendiri yang makin sedikit.
Pengen sih, tapi kok susah?
Lucunya, menurut survei, lebih dari 80% orang yang belum menikah sebenarnya masih punya keinginan buat menikah (็ตๅฉ้กๆ - kekkon ganbou). Jadi bukan karena mereka nggak mau sama sekali. Banyak yang mikir, "Masalahnya bukan di niat, tapi di masyarakat yang bikin susah buat nikah."
Makanya pemerintah dan pemda udah coba macam-macam cara. Mulai dari ngadain acara perjodohan massal yang namanya 'machikon' (่กใณใณ), sampai ngasih subsidi buat pasangan baru. Tapi hasilnya? Ya gitu deh. Angka pernikahan tetap aja turun. Kayaknya masalahnya lebih dalam dari sekadar butuh bantuan finansial atau tempat buat kenalan.
Nikah itu Wajib atau Pilihan?
Ada survei lain yang lebih ngena. Pertanyaannya simpel: "Apakah orang harus menikah?" atau "Tidak harus menikah juga tidak apa-apa?". Hasilnya, makin ke sini makin banyak yang milih opsi kedua. Bahkan di kalangan usia 30-an, 90% responden setuju kalau menikah itu nggak wajib.
Jadi, kesimpulannya begini: menikah di Jepang sekarang itu statusnya udah berubah. Bukan lagi kewajiban sosial, tapi udah jadi pilihan personal. Kayak milih aksesoris tambahan pas beli mobil. Banyak yang masih pengen karena kelihatannya bagus, tapi kalaupun nggak ada, ya mobilnya tetap bisa jalan. ๐
