Aturan Baru Sepeda di Jepang Malah Bikin Kacau & Denda
Demi melindungi pesepeda, 7 dari 10 mobil di Tokyo sekarang malah jadi pelanggar lalu lintas.
Ada Apa Sih?
Aturan baru yang berlaku sekitar tiga bulan lalu mewajibkan mobil untuk menjaga "jarak yang cukup" saat menyalip sepeda. Patokannya paling tidak 1 meter. Tujuannya bagus, biar pesepeda aman.
Tapi sebuah investigasi dari FNN menemukan fakta yang aneh. Selama 4 jam pengamatan di jalanan Tokyo, dari 80 mobil yang menyalip sepeda, 58 di antaranya—itu lebih dari 70% lho—justru melanggar aturan lain: melewati garis kuning tengah jalan yang artinya "dilarang menyalip".
Jadi, niat baik untuk patuh pada satu aturan malah bikin pengemudi melanggar aturan lainnya. Aku sendiri jadi mikir, gimana ceritanya ini.
Kenapa Jadi Begini?
Jalanan di Jepang, terutama di dalam kota, emang sempit-sempit. Kalau mau kasih jarak 1 meter ke sepeda, mobil hampir pasti harus banting setir ke lajur seberang. Nggak ada pilihan lain, apalagi kalau yang bawa truk besar.
Seorang pengemudi bilang, "Susah banget patuh sama aturan itu di jalan sempit atau pas mau papasan." Wajar sih. Ada yang cerita, bus di lingkungannya sekarang sering telat 5-10 menit cuma karena harus merayap di belakang sepeda.
Komentar netizen di Jepang juga pedas-pedas. Kenapa kalau ada mobil parkir ilegal, kita boleh lewatin garis kuning, tapi buat nyelametin nyawa orang naik sepeda, malah jadi pelanggaran? Logikanya di mana?
Terus Solusinya Gimana?
Pihak Kepolisian Tokyo akhirnya sadar juga sama situasi kacau ini. Mereka bilang lagi "inspeksi intensif" buat ngecek apakah warna marka jalan di beberapa lokasi itu udah sesuai sama kondisi jalan.
Rencananya, untuk jalan-jalan sempit, garis kuning "dilarang menyalip" itu mau dipertimbangkan buat diubah jadi garis putih putus-putus. Garis putih ini memperbolehkan pengemudi untuk menyalip dengan hati-hati.
Tapi ini baru sebatas wacana. Sementara itu, banyak juga yang kesel sama pesepeda yang suka nyelip-nyelip dari kiri pas lampu merah. Rasanya nggak adil kalau bebannya cuma buat pengemudi mobil.
Ujung-ujungnya, semua orang di jalan jadi gampang emosi. Aturan dibuat biar aman, tapi malah bikin semua pusing.
