โ† HoraYaba
Biaya Visa Jepang Naik Drastis, Dompet Siap-siap Nangis
entertainmentยท20d

Biaya Visa Jepang Naik Drastis, Dompet Siap-siap Nangis

Pemerintah Jepang berencana naikin biaya visa gila-gilaan, terutama buat yang mau apply izin tinggal permanen (eiju)!

Jadi, Rencananya Gimana?

Denger-denger nih, mulai Oktober nanti, biaya perpanjangan atau ganti status visa bakal naik drastis. Kalau sekarang kita bayar ongkos perpanjangan visa kerja sekitar 6.000 yen, nanti bisa jadi 64.000 yen atau bahkan 75.000 yen tergantung lama tinggalnya. Bisa naik lebih dari 10 kali lipat. ๐Ÿคฏ

Yang paling bikin jantungan itu biaya buat ngurus Izin Tinggal Permanen alias Eiju. Dari yang tadinya "cuma" 10.000 yen, rencananya bakal meroket jadi 200.000 yen. Iya, kamu nggak salah baca. Naik DUA PULUH KALI LIPAT. Duit segitu bisa buat beli motor, lho.

Alesannya Apa Sih?

Kata pemerintah sih, jumlah orang asing di Jepang kan makin banyak, jadi biaya buat ngurus dokumen dan administrasinya juga makin bengkak. Jadi, ya... bebannya dibebankan ke kita sebagai "penerima manfaat layanan". Masuk akal, tapi kok ya naiknya nggak kira-kira.

Yang bikin lucu, di sisi lain pemerintah juga bilang kalau Jepang itu butuh banget tenaga kerja asing, terutama di bidang perawat lansia (kaigo). Mereka bahkan bikin target butuh ratusan ribu pekerja kaigo tambahan sampai tahun 2040. Banyak dari kita orang Indonesia kerja di bidang ini kan.

Terus Efeknya Buat Kita?

Ini ibaratnya kayak ngegas sambil ngerem di waktu yang bersamaan. Pemerintah butuh kita, tapi di saat yang sama bikin kita makin susah buat tinggal di sini. Aneh banget.

Ujung-ujungnya, siapa yang bakal nanggung biaya selangit ini? Kalau kita yang bayar sendiri, jelas berat banget, apalagi untuk teman-teman di sektor kaigo yang gajinya mungkin nggak seberapa. Kalau perusahaan yang nombokin biar pekerjanya nggak kabur, keuangan perusahaan bisa goyang juga.

Kalau perusahaan kaigo jadi seret, mereka bakal makin susah rekrut orang, dan layanan buat para lansia jadi berkurang. Akhirnya yang repot siapa? Ya keluarga orang Jepang itu sendiri, yang harus ngurus orang tua mereka sambil kerja. Jadi kebijakan buat "orang asing" ini akhirnya nyusahin orang Jepang juga. Agak ironis ya. ๐Ÿ˜‚

LINEFacebook
Komentar

Katakan sesuatu โ€” anonim, tanpa daftar ๐Ÿ‘‡

Masuk untuk menyimpan nama & data