← HoraYaba
Gaji di Jepang Stagnan? Ternyata Ini Salah Satu Biang Keroknya
entertainment·3d

Gaji di Jepang Stagnan? Ternyata Ini Salah Satu Biang Keroknya

Pernah nggak sih lo ngerasa gaji di Jepang kayaknya susah banget naiknya? Ternyata ada yang bilang ini gara-gara kita. 🫠

Kok bisa kita yang jadi kambing hitam?

Baru-baru ini ada artikel Jepang yang bahasannya lumayan bikin kaget. Katanya, salah satu alasan gaji orang Jepang nggak naik-naik itu karena kebijakan pemerintah yang mempermudah pekerja asing masuk.

Logikanya gini: perusahaan untung besar dari turis dan pekerja asing, tapi masyarakat umum malah kena imbasnya. Contohnya Kyoto, turis membludak tapi pajak warganya nggak nambah signifikan. Malah jadi makin macet, harga hotel selangit, dan toko-toko lokal tergusur.

Emang kita 'lebih murah'?

Nah, ini bagian yang paling nyelekit. Menurut data, sektor yang paling banyak pekerja asingnya (kayak restoran dan perhotelan) justru kenaikan gajinya paling seret. Bahkan minus kalau dihitung sama inflasi.

Artikel itu bikin simulasi. Katanya, sebuah perusahaan bisa hemat sampai 1,6 juta yen setahun per orang kalau mempekerjakan pekerja asing (khususnya Tokutei Ginou) dibanding orang Jepang. Lho, kok bisa? Bukannya gaji pokoknya harus "sama atau lebih tinggi"?

Ternyata "trik"-nya ada di durasi kerja. Visa kita kan ada batasnya, misalnya 5 tahun. Jadi perusahaan nggak perlu pusing mikirin kenaikan gaji tahunan, bonus gede, atau uang pensiun yang makin membengkak seiring lamanya kita kerja. Beda sama pekerja Jepang yang diasumsikan kerja sampai tua. Kita ini ibaratnya "paket hemat" yang bisa di-reset setiap 5 tahun.

Terus gimana dong?

Akibatnya, bagi perusahaan, jadi lebih "masuk akal" buat rekrut pekerja asing baru daripada naikin gaji staf Jepang yang sudah ada. Lingkaran setan deh.

Pekerja Jepangnya jadi merasa gajinya mentok, akhirnya resign. Terus perusahaan bilang, "Tuh kan, orang Jepang nggak mau kerja di sini, makanya kita butuh orang asing!" Padahal penyebabnya ya karena gajinya nggak kompetitif.

Kita yang datang ke sini buat kerja, ngikutin aturan yang dibuat pemerintah, eh malah jadi bagian dari drama ekonomi raksasa ini. Cuma mau cari nafkah, malah jadi 'senjata' perusahaan buat neken gaji. Ada-ada aja ya Jepang.

LINEFacebook
Komentar

Katakan sesuatu — anonim, tanpa daftar 👇

Masuk untuk menyimpan nama & data