Gaji Pekerja Asing di Jepang: Fakta Pahit dari Data Resmi
Gaji magang terendah di Jepang (¥210.000), tapi jam lemburnya salah satu yang tertinggi.
Gaji Kamu Sesuai Nggak?
Pemerintah Jepang baru saja merilis data survei soal pekerja asing. Angkanya bikin kaget.
Gaji pekerja magang (Ginou Jisshuu) rata-rata cuma 210.000 yen per bulan. Padahal, jam lembur mereka paling tinggi, sampai 21,6 jam sebulan.
Bandingkan deh sama pekerja dengan visa "berbasis status" (misalnya Permanent Resident atau pasangan WN Jepang). Gaji mereka bisa 305.200 yen, dengan lembur yang lebih sedikit, cuma 15,5 jam. Jauh banget kan?
Secara umum, gaji rata-rata semua pekerja asing di Jepang itu 274.900 yen. Posisi kamu ada di mana?
Uang di Tangan Cuma Segini?
Gaji kotor segitu, tapi yang masuk kantong beda cerita. Ini bagian paling nyelekit.
Faktanya, kelompok terbesar (34,8%) pekerja asing di Jepang cuma bawa pulang 100.000 sampai 190.000 yen per bulan. Itu lho, gaji bersih setelah dipotong pajak, asuransi, sewa asrama, dan lainnya.
Kerja banting tulang sebulan, pas lihat slip gaji, eh kok sisanya cuma segitu? Ke mana perginya uang kita?
Tetap Kirim Uang ke Rumah
Walaupun gaji bersih mepet, ternyata lebih dari separuh (54,8%) dari kita tetap rutin kirim uang ke keluarga di tanah air.
Rata-rata, jumlah yang dikirim sekitar 1.043.000 yen dalam setahun. Malah, teman-teman Tokutei Ginou (1,23 juta yen) dan Ginou Jisshuu (1,06 juta yen) termasuk yang paling banyak kirim uang, padahal gajinya bukan yang paling tinggi.
Ini bukti perjuangan kita di sini. Buat orang tua dan keluarga, apa pun dilakukan.
Kenapa Bisa Begini?
Survei ini juga nanya ke perusahaan, kenapa mereka rekrut orang asing. Jawaban teratas? "Kekurangan tenaga kerja" (69%). Intinya, mereka butuh kita.
Tapi, perusahaan juga mengeluh soal "kesulitan komunikasi karena kemampuan bahasa Jepang" (43,9%). Di sisi lain, masalah terbesar buat kita para pekerja adalah "biaya agensi (LPK) yang mahal". Klise, tapi nyata dan menyakitkan.
Data ini dari pemerintah lho, bukan omong kosong.
