← HoraYaba
Rahasia Teman yang Nggak Pernah Sakit di Jepang
entertainment·40d

Rahasia Teman yang Nggak Pernah Sakit di Jepang

Pernah heran nggak, kenapa ada satu teman di kantor atau apato yang nggak pernah kena flu padahal kita semua udah tumbang? 🤔

Kok bisa sih?

Kita sering mikir, "Ah, badannya kuat kali," atau "Dia hoki aja nggak kena virus." Ternyata salah, lho. Menurut seorang profesor dari Nippon Medical School, virus flu dan bakteri itu ada di mana-mana dan masuk ke tubuh semua orang setiap hari. Apalagi kalau tiap pagi desak-desakan di kereta Yamanote Line.

Bedanya orang yang 'sehat' sama yang gampang sakit itu bukan karena kena virus atau nggak. Tapi soal seberapa cepat dan efisien tubuh mereka membereskan virus yang masuk itu.

Kalau tubuh kita bisa menangani 'tamu tak diundang' itu dengan cepat dan senyap, kita bahkan nggak akan sadar kalau baru aja diserang. Makanya kelihatan kayak nggak pernah sakit.

Ini bukan soal imun 'kuat' atau 'lemah'

Gejala kayak demam, sakit tenggorokan, atau pilek itu sebenarnya bukan karena virusnya langsung. Itu adalah tanda sistem imun kita lagi berperang melawan si virus. Jadi, munculnya gejala itu sebenarnya bukan hal buruk.

Yang jadi masalah adalah kalau reaksinya berlebihan atau kelamaan. Nah, di sinilah letak kuncinya. Ini bukan soal imun kita 'kuat' atau 'lemah', tapi lebih ke 'efisien' atau 'nggak efisien'.

Kuncinya ada di sistem imun alami (natural immunity) yang kita punya sejak lahir. Kalau sistem ini kerjanya bagus, virus bisa diatasi di tahap awal tanpa perlu 'perang' besar-besaran. Kalau kerjanya lambat, ya siap-siap deh perangnya jadi lebih heboh dan lama.

'Pembangkit listrik' di dalam tubuhmu

Terus, apa yang bikin sistem imun jadi efisien? Jawabannya adalah mitokondria.

Mitokondria ini ibarat 'pembangkit listrik' di dalam setiap sel tubuh kita, termasuk sel imun. Sel imun butuh banyak banget energi buat bergerak, mengenali musuh, dan menghancurkannya. Energi itu datang dari mitokondria.

Kalau mitokondria kita sehat dan berfungsi baik, respons imun jadi cepat dan tepat sasaran. Setelah virus beres, peradangannya juga cepat reda. Sebaliknya, kalau mitokondria loyo, respons imun jadi lambat, peradangan berlebihan, dan penyembuhannya jadi lama.

Jadi, gimana cara 'ngecas' mitokondria?

Fungsi mitokondria memang menurun seiring bertambahnya usia, tapi bukan berarti pasrah aja. Ada caranya buat nge-boost lagi. 💪

Pertama, olahraga. Nggak perlu yang berat-berat, jalan cepat aja—mungkin jalan kaki ngejar kereta pas mau telat kerja itu ada gunanya juga—sudah bisa mengaktifkan mitokondria.

Kedua, nutrisi. Bukan cuma vitamin C. Ada nutrisi lain yang penting banget buat mitokondria, seperti Coenzyme Q10, vitamin B kompleks, L-carnitine, dan Taurine. Zat-zat ini produksinya di tubuh berkurang seiring umur, jadi perlu asupan tambahan dari makanan atau suplemen yang banyak dijual di drugstore Jepang.

LINEFacebook
Komentar

Katakan sesuatu — anonim, tanpa daftar 👇

Masuk untuk menyimpan nama & data