PM Jepang Malah 'Hoku-Hoku' Lihat Yen Anjlok?
Kamu pusing yen makin anjlok, tapi PM Jepang malah bilang ini 'peluang besar' dan 'hoku-hoku'. ๐ธ
Kok Bisa Gitu?
Pasti banyak dari kita yang tiap hari ngecek kurs yen ke rupiah, berharap ada keajaiban. Harga barang di sini naik, kiriman ke kampung halaman rasanya makin sedikit nilainya. Bikin pusing, kan?
Eh, tapi ternyata, ada yang pemikirannya beda 180 derajat. Namanya Takaichi Sanae, Perdana Menteri Jepang. Alih-alih khawatir, beliau malah kelihatan santai, bahkan senang dengan yen yang melemah.
Dalam pidatonya, beliau bilang pelemahan yen ini "peluang besar" buat industri ekspor. Puncaknya, beliau pakai istilah "hoku-hoku" waktu ngomongin keuntungan dari nilai tukar. Buat yang belum tahu, "hoku-hoku" tuh artinya kayak senang banget atau girang karena untung besar. Kebayang nggak sih? Kita pusing, beliau malah hoku-hoku. ๐
Investor Asing Aja Panik
Bukan cuma kita yang garuk-garuk kepala. Para investor kelas kakap dari luar negeri juga mulai panik lihat kebijakan ekonomi PM Takaichi. Mereka khawatir beliau nggak paham risiko dari yen yang terus-terusan anjlok dan utang pemerintah yang makin numpuk.
Bahkan sampai ada istilah "Sanae Shock" yang mulai beredar, meniru "Truss Shock" yang pernah bikin ekonomi Inggris kacau balau karena kebijakan yang mirip. Kebijakan andalan beliau yang dinamai "HONEBUTO" juga bikin ngeri para pakar karena rencananya mau investasi besar-besaran tapi sumber dananya nggak jelas.
Akibatnya, investor asing mulai was-was dan menjual yen. Kalau mereka aja kabur, ya yen bisa makin turun nilainya.
Jadi Nasib Kita Gimana?
Ya gitu deh. Kalau para investor besar terus-terusan menjual yen, kemungkinan besar nilainya akan terus melemah. Artinya, harga barang-barang impor bakal makin mahal, dan biaya hidup kita di Jepang bisa makin berat.
Dan yang paling penting buat kita: jumlah uang yang kita kirim ke Indonesia nilainya bakal terasa makin kecil. Perjuangan di negeri sakura jadi terasa makin ekstra.
Sementara kita di sini pusing tujuh keliling hitung-hitungan kurs, di kalangan elite politik malah ada yang merasa "hoku-hoku". Emang kadang Jepang ini uniknya suka kebangetan, ya.

Masuk untuk menyimpan nama & data