← HoraYaba
Bukan Nggak Punya Bakat, Mungkin Cuma Belum 'Buka Kotak' yang Tepat
entertainment·5d

Bukan Nggak Punya Bakat, Mungkin Cuma Belum 'Buka Kotak' yang Tepat

Merasa hidup di Jepang gitu-gitu aja? Ternyata, orang yang kelihatan 'berbakat' itu kuncinya cuma satu, dan bukan karena bawaan lahir.

Jadi, 'Orang Berbakat' Itu Gimana Sih?

Sering kan kita lihat orang yang di usia 30 atau 40-an tiba-tiba karirnya meroket, terus semua bilang, "Wah, emang jenius dia dari dulu." Padahal kayaknya kemarin masih sama-sama lembur di pabrik atau pusing sama keigo di kantor.

Menurut seorang penulis di Jepang, bakat itu bukan sesuatu yang udah pasti ada atau nggak ada dari lahir. Kalau memang begitu, nggak bisa dong dijelaskan fenomena orang yang 'mekar'-nya telat.

Faktanya, mereka yang 'bakatnya tercerahkan' di kemudian hari itu bukan orang yang super pede dari awal. Mereka cuma orang yang nggak berhenti melakukan satu hal: "konfirmasi".

Kuncinya: Jangan Berhenti 'Buka Kotak'

Ini nih bagian serunya. Kebanyakan dari kita, sekali coba sesuatu terus gagal, langsung vonis diri sendiri: "Ah, nggak cocok," atau "Emang nggak ada bakat." Padahal, itu cuma ibarat kita baru buka satu kotak dari ribuan kotak yang ada di hadapan kita.

Siapa yang tahu bakat kita tersembunyi di kotak mana? Nggak ada yang tahu. Makanya, satu-satunya cara ya dengan melakukan apa yang disebut *kakunin sagyou* (確認作業) atau "proses konfirmasi". Buka aja terus satu per satu kotaknya.

Bisa jadi kita nggak punya bakat nulis kanji, tapi ternyata jago banget bikin presentasi yang bikin bos orang Jepang manggut-manggut. Bisa jadi kita nggak jago masak, tapi ternyata punya bakat menemukan promo daging termurah di tiga supermarket berbeda. Kartu As kita itu baru ketahuan kalau udah dicoba dimainkan. 🤔

Saat Kamu Masuk 'Mode Jenius'

Penulis ini juga bilang kalau 'jenius' itu sebenarnya sebuah "keadaan" (*joutai*), bukan label permanen. Itu adalah momen ketika 'kartu' yang kita punya pas banget dengan 'lingkungan' atau situasinya, jadi kemampuan kita keluar secara alami tanpa beban.

Misalnya, teman kamu yang pendiam di tempat kerja, tiba-tiba jadi orang paling heboh dan terorganisir pas ngerencanain piknik hanami. Nah, itu dia lagi masuk 'mode jenius'-nya. 'Kartu perencana'-nya ketemu sama 'lingkungan piknik' yang pas.

Jadi, bedanya orang 'berbakat' sama yang 'nggak berbakat' itu cuma soal apakah kita berhenti 'buka kotak' di tengah jalan, atau terus iseng buka satu lagi, dan satu lagi.

LINEFacebook
Komentar

Katakan sesuatu — anonim, tanpa daftar 👇

Masuk untuk menyimpan nama & data