Alasan Anak Muda Resign dari Kantor di Jepang (Bukan Cuma Gaji)
Katanya, anak-anak jagoan sering cabut dari kantor bukan cuma karena gaji, tapi karena satu hal sepele ini.
Kita semua pasti mikir, kalau ada yang resign, apalagi yang masih muda dan jago, pasti karena ditawarin gaji lebih gede di tempat lain. Ya, masuk akal sih. Siapa yang nggak mau cuan lebih, kan? ๐คทโโ๏ธ
Tapi ternyata, menurut sebuah artikel di Jepang, uang itu bukan satu-satunya alasan. Seringkali, masalahnya lebih dalam dari itu: mereka nggak merasa ada "alasan" untuk terus kerja di sana.
Bos yang Nggak Jago "Jualan"
Pernah nggak kamu ngerasa kerjaanmu itu-itu aja dan nggak tau apa istimewanya? Nah, di sinilah peran atasan atau pemimpin jadi penting. Banyak pemimpin yang nggak bisa "menjual" kehebatan perusahaannya sendiri ke karyawannya.
Mereka mungkin bingung kalau ada anak buahnya yang bilang, "Di situs lowongan kerja, banyak lho perusahaan yang gajinya lebih tinggi dari kita...". Padahal, alasan orang betah itu bukan cuma soal yen di rekening. Perasaan bangga sama tempat kerja dan merasa pekerjaanmu itu berarti, itu yang seringkali lebih mahal harganya.
"Kehebatan" yang Dianggap Biasa Aja
Artikel itu ngasih contoh bagus. Ada sebuah pabrik kecil di Jepang yang bisa menyelesaikan pekerjaan dalam 3 hari, padahal di perusahaan besar lain butuh seminggu. Buat para pekerjanya, ini hal biasa. Rutinitas. "Ya emang dari dulu begini."
Tapi suatu hari, si bos bilang, "Kalian tahu nggak? Teknologi kita ini salah satu yang tercepat di industri ini lho." Seketika, raut muka para pekerja berubah. Cara mereka memandang pekerjaan mereka sendiri jadi beda. Mereka jadi lebih bangga. Kadang, hal hebat itu tersembunyi di depan mata, dianggap "biasa aja" sampai ada yang menyuarakannya.
Jadi, Apa yang Keren dari Kantormu?
Coba deh, iseng-iseng pikirin. Di tengah semua peraturan aneh, kereta yang penuh sesak, dan keharusan pakai keigo, pasti ada satu hal kecil yang bikin tempat kerjamu itu... unik. Mungkin produknya yang super detail, atau servisnya yang nggak ada tandingannya, atau mungkin cara kerja tim kamu yang super efisien.
Artikel itu menyarankan para bos untuk nanya langsung ke karyawannya. Tapi kita juga bisa mulai dari diri sendiri. Siapa tahu, kebanggaan tersembunyi itu bisa bikin hari Senin jadi terasa sedikit lebih ringan.
