Bos di Jepang Sering Nggak Sabaran? Mungkin Ini Jawabannya
Hampir 90% anak muda Gen Z di Jepang pernah kepikiran resign gara-gara masalah komunikasi sama atasan. ๐ซ
"Langsung ke intinya aja!"
Pasti pernah kan, lagi mau laporin sesuatu ke buchou, eh di tengah jalan udah dipotong, "Jadi kesimpulannya apa?" atau "Langsung ke intinya aja deh."
Kita jadi ngerasa salah, dianggap bertele-tele dan nggak becus 'horenso' (lapor-kontak-diskusi). Sementara itu, para atasan pusing karena merasa nggak ngerti apa yang dipikirin sama anak buahnya. Rasanya kayak ngomong sama tembok, dua-duanya frustrasi.
Ternyata, masalahnya bukan di kita
Sebuah survei baru-baru ini nunjukkin kalo sekitar 90% pekerja Gen Z di Jepang pernah mikir buat berhenti kerja karena masalah komunikasi sama atasan. Artinya, ini bukan cuma perasaan kamu doang.
Para ahli bilang, masalahnya seringkali bukan karena bawahan nggak bisa ngomong, tapi karena atasan nggak bisa 'mendengarkan'. Ada istilahnya, ๅพ่ด (keichล), atau seni mendengarkan secara aktif. Tujuannya bukan buat ngasih solusi, tapi bikin lawan bicara merasa aman buat ngomongin apa aja.
Kuncinya simpel banget, lho. Cuma tiga:
1. Kasih reaksi kecil kayak "he'em", "oh gitu", "ใชใใปใฉ" (naruhodo) buat nunjukkin kita dengerin.
2. Ulangi 'perasaan' mereka, bukan cuma 'fakta'. Contohnya, kalo dia bilang, "Aku takut lapor ke atasan," jangan dijawab "Lapor itu wajib," tapi coba, "Oh, jadi kamu ngerasa takut ya buat lapor?"
3. Jangan takut sama momen hening. Biarin aja. Kadang mereka butuh waktu buat mikir.
Trik Ajaib: Sebulan 'Dilarang Ngasih Nasihat'
Ada cerita nyata dari seorang manajer penjualan. Dia pusing karena timnya jarang banget lapor. Disuruh lapor pun nggak mempan. Akhirnya, dia bikin aturan buat dirinya sendiri: selama sebulan, dilarang ngasih nasihat atau motong pembicaraan.
Dia cuma boleh bilang, "Iya," "oke," dan mengulangi perasaan anak buahnya. Itu doang.
Hasilnya? Dalam dua minggu, jumlah laporan dari timnya naik dua kali lipat. Anak buahnya bilang, "Sekarang ngobrol sama bapak jadi lebih enak." Nggak cuma itu, dari obrolan-obrolan santai itu, muncul banyak ide baru dari anak-anak muda, dan angka closing penjualan timnya naik sampai 120% dibanding sebelumnya.
Cuma dengan diem dan manggut-manggut doang, lho. Kadang kita cuma butuh didengerin aja, kan?
