โ† HoraYaba
Bonus di Jepang 1 Juta Yen, Dompet Kok Tetap Nangis?
entertainmentยท2h

Bonus di Jepang 1 Juta Yen, Dompet Kok Tetap Nangis?

Pemerintah Jepang katanya makin kaya & bonus karyawan tembus 1 juta yen, tapi kok kita masih ngitungin receh buat beli kopi? ๐Ÿ˜‚

Duitnya ke Mana Aja Sih?

Pemerintah baru aja ngumumin kalau pendapatan pajak negara buat tahun 2025 tembus rekor, naik 9 triliun yen! Katanya sih ini karena ekonomi lagi bagus-bagusnya.

Di berita lain, asosiasi pengusaha Keidanren juga bilang kalau bonus musim panas buat karyawan perusahaan besar rata-rata di atas 1 juta yen. Angka yang bikin kita langsung ngecek saldo rekening sendiri, terus diem.

Lucunya, pas Bank of Japan survei ke 4.000 orang, yang ngerasa ekonomi membaik cuma 6,3%. Sisanya? Mungkin sama kayak kita, baca berita ini sambil makan bento diskonan dari supermarket dan mikir, "Ini berita negara mana ya?"

Katanya Gaji Naik, Tapi...

Jadi, kenapa pendapatan negara bisa naik drastis? Ternyata sumbernya dari pajak perusahaan yang untungnya gede, sama pajak konsumsi (shouhizei) yang kita bayar tiap kali belanja. Karena harga barang pada naik (inflasi), otomatis pajak yang masuk ke negara juga makin banyak.

Memang sih, ada kabar baik soal kenaikan gaji tahunan (shunto) yang katanya naik 5%. Tapi kenaikan itu rasanya kayak cuma numpang lewat doang. Belum juga gajian, eh udah kepotong kenaikan harga barang dan tagihan asuransi sosial (shakai hoken) yang makin mahal.

Yang paling kerasa bedanya itu antara perusahaan raksasa (dai-kigyo) dan perusahaan kecil-menengah (chusho-kigyo). Hampir 94% perusahaan besar bisa naikin gaji, sementara di perusahaan kecil (tempat kebanyakan dari kita kerja), angkanya lebih rendah. Alasannya? Biaya operasional makin mahal dan susah buat naikin harga jual.

Terus 'Potongan Pajak' Buat Siapa?

Untuk mengatasi ini, ada wacana 'potongan pajak'. Kedengarannya bagus kan? Tapi tunggu dulu. Potongan pajak konsumsi misalnya, lebih menguntungkan orang kaya yang belanjanya banyak. Potongan pajak KPR rumah juga lebih untung buat yang bisa beli rumah mahal dengan pinjaman gede.

Bahkan subsidi bensin pun sama. Yang punya mobil lebih dari satu atau sering jalan-jalan jauh, ya mereka yang paling banyak dapat untung. Kita yang tiap hari andalannya sepeda atau desak-desakan di densha ya cuma bisa nonton aja.

Jadi ya gitu, angka di berita kelihatan bagus, tapi kenyataan di dompet kita beda cerita. Besok tetap harus bangun pagi buat ngejar kereta.

LINEFacebook
Komentar

Katakan sesuatu โ€” anonim, tanpa daftar ๐Ÿ‘‡