Dunia Terbalik: Daging Sapi Australia Lebih Mahal dari Daging Jepang
Siap-siap kaget di supermarket: daging sapi Australia sekarang lebih mahal dari daging sapi Jepang.
Ada Apaan, Nih?
Jadi ceritanya begini. Niat hati ke supermarket mau hemat, beli daging impor yang biasanya lebih ramah di kantong. Eh, kok sekarang dunia serasa jungkir balik. Logika 'produk impor = lebih murah' udah nggak berlaku lagi, guys.
Di sebuah supermarket di Anjo, Prefektur Aichi, harga steak daging sapi Australia sekarang lebih mahal sekitar 120 yen per 100 gram dibanding daging sapi lokal Jepang. Nggak cuma daging, ikan saba (makerel) dari Norwegia juga lebih mahal 50 yen per 100 gram daripada saba tangkapan lokal. Aneh banget, kan? ๐ต
Kenapa Bisa Begini?
Biang keroknya cuma satu: yen yang anjlok parah. Nilai tukar yen terhadap dolar sempat menyentuh angka 162 yen, level terendah dalam sejarah 39,5 tahun terakhir. Akibatnya, harga beli barang-barang impor jadi meroket.
Manajer supermarketnya aja sampai bilang, "Nggak pernah nyangka harganya bakal jadi begini." Dulu katanya daging babi impor bisa dijual 98 yen per 100 gram, sekarang udah mustahil. Harga daging babi dan ayam impor pun kini bedanya tipis banget sama produk lokal.
Jadi, Dompet Kita Gimana?
Kenaikan harga ini mungkin kelihatannya kecil, cuma beda belasan atau puluhan yen. Tapi menurut data, kalau diakumulasi setahun, pengeluaran rumah tangga bisa nambah sampai 14.596 yen. Lumayan juga buat beli tiket pesawat promo, kan.
Para pembeli di supermarket juga pada pusing. Ada yang bilang, "Biasanya beli impor biar murah, sekarang gimana dong? Dua-duanya mahal." Ada juga yang bilang, "Pengennya harga balik normal lagi secepatnya." Masalahnya, para ahli pasar memprediksi pelemahan yen ini masih akan berlanjut.
Bahkan, yen yang lemah ini juga bikin jumlah perusahaan yang bangkrut jadi meningkat. Kalau sudah begini, bisa-bisa ngaruh ke gaji kita juga nanti. Siap-siap atur ulang budget bulanan lagi deh kita. ๐ฅฒ
