Kenapa di Jepang Susah Cari Jodoh? Ini Kata Survei
Ternyata ini alasan kenapa banyak orang Jepang yang pengen nikah tapi malah tetap jomblo. ๐ง
Ada apa gerangan?
Sebuah studi baru dari peneliti di University of Maryland dan UCLA, pakai data survei jangka panjang dari Universitas Tokyo, coba mengulik soal angka pernikahan di Jepang yang makin turun.
Faktanya, sekitar 80% lajang di Jepang ngakunya sih pengen nikah. Tapi kok ya, angka orang yang seumur hidup nggak nikah malah mecahin rekor terus. Aneh kan?
Survei ini nggak main-main lho, datanya dari 9.000 orang lajang. Mereka ditanyain soal preferensi pasangan, mulai dari kepribadian, penampilan, pendidikan, pendapatan, sampai umur.
Ekspektasi yang tak bertemu
Nah, ini bagian serunya. Hasilnya nunjukkin kalau para cewek ternyata lebih mentingin pendapatan dan tingkat pendidikan calon pasangannya. Mayoritas pengen punya pasangan yang gajinya lebih tinggi dari mereka.
Sementara itu, para cowok... udah bisa ditebak lah ya. Mereka lebih mentingin penampilan fisik. Soal status sosial ekonomi pasangan? Nggak begitu jadi prioritas utama. Yang penting cakep dulu, kayaknya.
Jadiโฆ ini masalahnya?
Data ini nunjukkin kalau ada ketidakcocokan ekspektasi yang gede banget di "pasar jodoh" Jepang. Ibaratnya, yang satu nyari spek dewa, yang satu lagi nawarin spek seadanya tapi maunya yang bening.
Jadinya ya gitu deh, banyak yang pengen nikah tapi nggak nemu-nemu yang pas. Karena standar cewek dan cowok ternyata lari ke arah yang beda banget. Kalau dipikir-pikir, pantesan kadang suka lihat fenomena aneh-aneh soal percintaan di sini ya.
