Gaji di Jepang Dipotong Lagi, Katanya Buat Anak
Gaji kamu di Jepang akan kena potongan baru, dan jumlahnya bakal terus naik setiap tahun.
Potongan apa lagi ini?
Namanya "Dana Tunjangan Anak dan Pengasuhan Anak" (子ども・子育て支援金制度). Ini kebijakan baru pemerintah Jepang buat ngatasin angka kelahiran yang makin anjlok.
Potongannya nggak muncul sebagai item baru yang aneh di slip gaji kamu. Tapi diselipin ke dalam iuran asuransi kesehatan (健康保険 - kenko hoken). Jadi kalau kamu merasa iuran asuransimu naik, nah ini salah satu penyebabnya.
Berapa besarannya? Tahun 2026 ini, rata-rata potongannya sekitar 550 yen per bulan buat karyawan. Tapi pemerintah udah punya rencana, tahun 2027 naik jadi sekitar 700 yen, dan tahun 2028 jadi 900 yen. Dan ini bakal terus dievaluasi. Siap-siap aja.
Jadi ini beneran "Pajak Jomblo"?
Di medsos ramenya disebut "pajak jomblo" atau 独身税 (dokushin zei). Tapi sebenernya kurang tepat.
Karena yang kena potongan ini semua orang yang terdaftar di asuransi kesehatan publik Jepang. Nggak peduli kamu single, udah nikah tapi belum punya anak, atau bahkan yang udah punya anak sekalipun. Semuanya kena.
Logika pemerintah sih ini sistem "gotong royong" buat mendukung generasi masa depan. Katanya, masalah krisis populasi ini tanggung jawab seluruh masyarakat, bukan cuma keluarga yang punya anak. Ya, gotong royongnya lewat dompet kita semua.
Terus, uangnya lari ke mana?
Dana yang terkumpul ini katanya bakal dipakai buat banyak hal. Mulai dari memperluas tunjangan anak (児童手当), ngasih bonus 100.000 yen buat ibu yang hamil dan melahirkan, sampai nambahin subsidi buat orang tua yang ambil cuti ngurus anak.
Ada juga program baru namanya "Siapa Saja Boleh ke PAUD" (こども誰でも通園制度), jadi orang tua yang anaknya nggak sekolah formal bisa nitipin anaknya di fasilitas penitipan sebulan 10 jam. Tujuannya baik, buat meringankan beban keluarga.
Kita yang kerja di sini cuma bisa liatin slip gaji sambil berharap kebijakannya beneran jalan, bukan cuma jadi potongan rutin aja. 🥲
