โ† HoraYaba
Pemerintah Jepang: Maaf, Alkohol Ternyata Bukan Obat Terbaik
entertainmentยท2h

Pemerintah Jepang: Maaf, Alkohol Ternyata Bukan Obat Terbaik

Sampai April lalu, situs pemerintah Jepang masih bilang 'alkohol adalah obat terbaik'.

Ada apa nih?

Betul, kamu tidak salah baca. Sampai beberapa bulan yang lalu, kalau kamu buka situs Badan Pajak Nasional Jepang (NTA), di bagian Informasi Alkohol, kamu bisa nemu kalimat itu. Lengkapnya begini: "Seperti kata pepatah, 'alkohol adalah obat terbaik', dan telah lama diketahui bahwa minum secukupnya memiliki efek positif bagi pikiran dan tubuh."

Mereka juga bilang minum-minum bisa menghilangkan stres, melancarkan peredaran darah, dan menambah nafsu makan. Terdengar seperti brosur suplemen kesehatan, ya? ๐Ÿ˜…

Kutipan itu akhirnya dihapus April lalu. Tapi katanya sih, NTA baru mau menghapusnya setelah 'ditegur' oleh Komisi Keamanan Pangan Kantor Kabinet. Sepertinya mereka agak berat hati melepas slogan andalannya.

Kok bisa kantor pajak ngurusin miras?

Ini bagian yang paling aneh. Kenapa badan yang ngurusin pajak malah promosiin alkohol? Jawabannya ada di sejarah. Dulu pas zaman Restorasi Meiji, pemerintah butuh banyak uang. Sumber pajak utama dari pertanian, tapi gampang gagal panen.

Sake, di sisi lain, produknya lebih stabil. Jadi pemerintah memutuskan buat mengenakan pajak yang tinggi untuk sake. Saking pentingnya pemasukan dari sake, pemerintah sampai bikin lembaga riset khusus buat meningkatkan kualitasnya.

Warisan inilah yang turun ke NTA. Walaupun sekarang pajak alkohol cuma 1% dari total pendapatan negara, NTA tetap punya 'tugas tradisional' buat mendukung industri sake. Ini sama anehnya kayak kantor pajak di Indonesia tiba-tiba jadi panitia festival tuak nasional.

Terus sekarang gimana?

Zaman sudah berubah. Riset modern menunjukkan bahwa jumlah alkohol yang 'aman' untuk kesehatan itu ya nol. Masyarakat Jepang sendiri juga sudah mulai sadar.

Di kolom komentar online, banyak yang menertawakan ide ini. Ada yang bilang, "Badan Pajak Nasional ini kok kayak pecandu alkohol." Ada juga yang nyeletuk, "Mungkin obat-obatan zaman dulu emang payah banget makanya alkohol dibilang obat terbaik."

Pepatah 'alkohol adalah obat terbaik' itu sendiri ternyata berasal dari Tiongkok kuno, dari abad pertama Masehi. Ya, 2.000 tahun yang lalu. Mungkin saat itu memang benar.

Komentar

โšก Akses awal sudah penuh

Semua slot komentar sudah terisi. Daftar waitlist untuk mendapat notifikasi saat dibuka kembali.