Harga Apartemen Bekas Tokyo Tembus 12,8 Miliar Rupiah
Harga apartemen bekas seluas 70m² di Tokyo sekarang nyentuh 128 juta yen.
Jadi, ada apa nih?
Harga apartemen bekas di 23 distrik pusat Tokyo baru aja naik 27% di bulan Mei, kalau dibandingin sama tahun lalu. Gila.
Ini bukan angka main-main, lho. Data ini dirilis sama Tokyo Kantei, perusahaan riset properti yang cukup gede di sini.
Angka-angkanya bikin pusing
Bayangin aja, apartemen seluas 70 meter persegi—yang sebenarnya nggak gede-gede amat—harga penawaran rata-ratanya sekarang 128 juta yen. Itu setara sekitar 12,8 miliar Rupiah.
Kalau lo lihat di 6 distrik pusat kayak Chuo atau Minato, harganya lebih edan lagi. Naik 14,7%, jadi sekitar 1,16 juta dolar AS atau 19 miliar Rupiah.
Di area yang "agak pinggiran" kayak Shinagawa atau Setagaya aja naiknya 25,9%, harganya jadi sekitar 660.000 dolar AS atau 10,8 miliar Rupiah. Apartemen bekas, lho ini. Bukan yang baru.
Tapi ada yang aneh…
Di tengah semua kenaikan gila-gilaan ini, ada fenomena aneh yang terjadi.
Rupanya beberapa properti di pusat kota Tokyo justru mulai susah laku. Susah banget cari pembeli.
Akibatnya, beberapa penjual malah terpaksa nurunin harga jual mereka. Jadi, sementara harga rata-rata naik, ada juga yang lagi banting harga biar cepat laku. Aneh kan?
Terus gimana nasib kita?
Bank of Japan baru aja naikin suku bunga minggu lalu. Ini pertama kalinya setelah sekian lama.
Sekarang semua orang, termasuk aku, lagi nunggu sambil was-was. Apakah langkah ini bakal bikin orang jadi mikir dua kali buat beli rumah, atau pasar properti Tokyo bakal terus-terusan di luar nalar kayak gini.
